Karya: Castle Borneo
Seraya pagi yang menembus jendela kamar gadis ini, yang sedang bersiap-siap dengan kerudungnya yang berwarna ungu muda.
“Farna… apa kamu sudah membangunkan Farni?”
Seorang ibu yang sudah berusia lanjut, tetapi wajahnya masih terlihat muda, itu adalah ibunda dari gadis kembar Farna Alimatussa’adah dan Farni Alimatussa’adah.
“Belum bunda… Farni sedang di kamar mandi katanya” seraya gadis itu menjawab.
Farna dan Farni adalah saudara kembar yang rukun, berkerudung dan keduanya mempunyai wajah yang canik nan anggun. Tetapi, bedanya dari mereka berdua adalah Farni yang lebih cerewet dari Farna.
Duk..duk..duk.. suara sepatu gadis yang bernama Farni itu menuruni tangga. “Bunn…. kayaknya Farni telat nihhh.” “Aduh.. ni kesiangan si, makanya kalau habis sholat subuh itu jangan tidur lagi” jawab Farna saudara kembarnya. “Ih..Farna, ayo berangkat! Aku ada jam kuliah pagi!!” “Anak bunda kok pada ribut ini?” “Bun.. Farna gak mau di ajak beangkat” pekik Farni. “Iya..iya, ayo berangkat!”
“Farni, bolehkah aku minta nomor Hp Farna?” kata seorang lelaki yang tampan,bersih,itu. “Ohh..Zaky, iya ini nomornya!” sambil menjulurkan sepotong kertas yang bertulis nomor Hp Farna. Zaky adalah teman dekat Farni dari SMA dulu.
Farna yang asyik di perpustakaan kampus, mengerjakan tugas dari dosen nya yang akan mengajar siang nanti. “Astagfirullah.. Buku ku di Zaky” dengan kaget Farna baru ingat buku yang harus di kumpulkannya di pinjam oleh Zaky. Tiba-tba….
To : Farna(+62877564xxx)
From : Zaky(+628784367xxx)
Ass.Farna bku mu ak taruh di atas meja, trima kasih ya. Zaky.
“Lhoo.. Zaky dapat nomor ku dari siapa ya??” Farna yang binggung sendiri mulai membereskan bukunya dan bergegas ke meja untuk mengambil bukunya.
Di rumah Bunda mempersipkan untuk makan malam,sambil menuggu Dua merpatinya yang tercinta. Tetapi, Farni sudah pulang dari sore tadi, dan mungkin dia tertidur di dalam kamar. Tak lama setelahnya Farna datang, “ Assalamu’alaikum??” “Walaikumsalam.. Farna masuk ini bunda sudah mempersiapkan makan malam, panggil Farni ya” Perintah bunda,
Farna menuju kamar Farni, dia mengetuk kamar Farni tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar Farni, dengan gesat Farna membuka kamar Farni dan… “ Ya Allah Farni, kamu kenapa?? Bundaa…. Farni bunn…” Farna berteriak,karana dia menemukn Farni tergeletak dengan keadaan darah yang keluar dari hidungnya.
Farni di larikan di ruang ICU, Bunda dan Farna sangat cemas. Farna menelfon Zaky, untuk membantunya di rumah sakit mengurus Farni. Beberapa lama setelah Farna menelfon Zaky, Zaky pun datang. “Bagaimana ini bisa terjadi Far?” tanya Zaky dengan rasa khawatir. “Aku juga kaget begitu melihat Farni terbaring pingsan di kamarnya dengan hidung berdarah (mimisan). Beberapa saat ……..
“Siapa yang keluarga pasien??” tanya seorang dokter yang keluar dari ruang ICU tempat Farni di tangani. “Kami semua Dok’’ Jawab ku. “Bunda saja ya yang masuk ke dalam Far!” Pinta Bunda. “Baik bun..” Ya Allah apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa kejadian ini begitu mendadak menimpa Farni?? Benak Farna dengan meneteskan air mata yang tak tahan lagi untuk dia bendung.
Bunda yang keluar dari ruang dokter itu, menangis tak tersendu, apa sebenarnya penyakit yang di derita Farni, mengapa bunda begitu histeris menangis dan memeluk ku begitu erat? Seakan takut kehilangan sesuatu yang ia miliki. “Bun,ada apa? Kenapa bunda menangis?apa keadaannya Farni begitu parah?” tanyaku perlahan pada bunda. “Farni… Farni… nak..” Bunda mengulang-ulang nama Farni tanpa menjelaskannya, “Iya bun, kenapa dengan Farni?” Tanyaku berulang kali pada bunda. “Dia manderita LEUKIMIA stadium akhir..” gesak tangis bunda semakin menjadi, ternyata penyakit itu sudah lama di derita Farni,aku tersontak kaget, seakan tak percaya yang di derita Farni begitu parah. Dokter menyarankan untuk oprasi, dan membutuhkan donor darah yang sangat banyak, golongan darah ku sama seperti Farni, karna kami kembar.
Esoknya aku bersiap-siap untuk oprasi Farni, dan aku pun bersiap mendonorkan darah ku, di dalam ruang oprasi tak jauh tempat tidur ku bersebelah dengan Farni, aku melihat wajah Farni yang begitu pucat tanpa daya. Dalam benak, ku berkata.. Ya Allah, selamatkan saudara ku jika kau ijnkan aku siap menggantikan posisi Farni yang lemah dan tiba-tiba mataku buram dan aku tak sadarkan diri…
3 hari kemudian….
Aku tak habis pikir dan tak percaya bahwa dia akan pergi untuk selamanya, oprasi ku berhasil dan pendonoran darah itu gagal,karna kondisinya melemah seketika, kasih sayangnya begitu tulus. Bunda pun tak percaya akan hal ini. Di pemakaman ini, aku dan bunda memanjatkan do’a untuk nya. Tak ada lagi Merpati nan anggun, tak ada lagi Dua Merpati,yang ada hanya satu merpati, Farna! kau telah menyelamatkan hidup ku, aku selamat dari maut, dan aku ingin kau tetap menjadi 1 merpati di surga itu.. semoga Allah menempatkan mu di sisinya yang agung. Hanya akulah Merpati bunda saat ini,tanpa Farna aku akan berusaha menjadi dua merpati untuk mu Bunda. (Castleborneo@wordpress.com.)
“Farna… apa kamu sudah membangunkan Farni?”
Seorang ibu yang sudah berusia lanjut, tetapi wajahnya masih terlihat muda, itu adalah ibunda dari gadis kembar Farna Alimatussa’adah dan Farni Alimatussa’adah.
“Belum bunda… Farni sedang di kamar mandi katanya” seraya gadis itu menjawab.
Farna dan Farni adalah saudara kembar yang rukun, berkerudung dan keduanya mempunyai wajah yang canik nan anggun. Tetapi, bedanya dari mereka berdua adalah Farni yang lebih cerewet dari Farna.
Duk..duk..duk.. suara sepatu gadis yang bernama Farni itu menuruni tangga. “Bunn…. kayaknya Farni telat nihhh.” “Aduh.. ni kesiangan si, makanya kalau habis sholat subuh itu jangan tidur lagi” jawab Farna saudara kembarnya. “Ih..Farna, ayo berangkat! Aku ada jam kuliah pagi!!” “Anak bunda kok pada ribut ini?” “Bun.. Farna gak mau di ajak beangkat” pekik Farni. “Iya..iya, ayo berangkat!”
“Farni, bolehkah aku minta nomor Hp Farna?” kata seorang lelaki yang tampan,bersih,itu. “Ohh..Zaky, iya ini nomornya!” sambil menjulurkan sepotong kertas yang bertulis nomor Hp Farna. Zaky adalah teman dekat Farni dari SMA dulu.
Farna yang asyik di perpustakaan kampus, mengerjakan tugas dari dosen nya yang akan mengajar siang nanti. “Astagfirullah.. Buku ku di Zaky” dengan kaget Farna baru ingat buku yang harus di kumpulkannya di pinjam oleh Zaky. Tiba-tba….
To : Farna(+62877564xxx)
From : Zaky(+628784367xxx)
Ass.Farna bku mu ak taruh di atas meja, trima kasih ya. Zaky.
“Lhoo.. Zaky dapat nomor ku dari siapa ya??” Farna yang binggung sendiri mulai membereskan bukunya dan bergegas ke meja untuk mengambil bukunya.
Di rumah Bunda mempersipkan untuk makan malam,sambil menuggu Dua merpatinya yang tercinta. Tetapi, Farni sudah pulang dari sore tadi, dan mungkin dia tertidur di dalam kamar. Tak lama setelahnya Farna datang, “ Assalamu’alaikum??” “Walaikumsalam.. Farna masuk ini bunda sudah mempersiapkan makan malam, panggil Farni ya” Perintah bunda,
Farna menuju kamar Farni, dia mengetuk kamar Farni tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar Farni, dengan gesat Farna membuka kamar Farni dan… “ Ya Allah Farni, kamu kenapa?? Bundaa…. Farni bunn…” Farna berteriak,karana dia menemukn Farni tergeletak dengan keadaan darah yang keluar dari hidungnya.
Farni di larikan di ruang ICU, Bunda dan Farna sangat cemas. Farna menelfon Zaky, untuk membantunya di rumah sakit mengurus Farni. Beberapa lama setelah Farna menelfon Zaky, Zaky pun datang. “Bagaimana ini bisa terjadi Far?” tanya Zaky dengan rasa khawatir. “Aku juga kaget begitu melihat Farni terbaring pingsan di kamarnya dengan hidung berdarah (mimisan). Beberapa saat ……..
“Siapa yang keluarga pasien??” tanya seorang dokter yang keluar dari ruang ICU tempat Farni di tangani. “Kami semua Dok’’ Jawab ku. “Bunda saja ya yang masuk ke dalam Far!” Pinta Bunda. “Baik bun..” Ya Allah apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa kejadian ini begitu mendadak menimpa Farni?? Benak Farna dengan meneteskan air mata yang tak tahan lagi untuk dia bendung.
Bunda yang keluar dari ruang dokter itu, menangis tak tersendu, apa sebenarnya penyakit yang di derita Farni, mengapa bunda begitu histeris menangis dan memeluk ku begitu erat? Seakan takut kehilangan sesuatu yang ia miliki. “Bun,ada apa? Kenapa bunda menangis?apa keadaannya Farni begitu parah?” tanyaku perlahan pada bunda. “Farni… Farni… nak..” Bunda mengulang-ulang nama Farni tanpa menjelaskannya, “Iya bun, kenapa dengan Farni?” Tanyaku berulang kali pada bunda. “Dia manderita LEUKIMIA stadium akhir..” gesak tangis bunda semakin menjadi, ternyata penyakit itu sudah lama di derita Farni,aku tersontak kaget, seakan tak percaya yang di derita Farni begitu parah. Dokter menyarankan untuk oprasi, dan membutuhkan donor darah yang sangat banyak, golongan darah ku sama seperti Farni, karna kami kembar.
Esoknya aku bersiap-siap untuk oprasi Farni, dan aku pun bersiap mendonorkan darah ku, di dalam ruang oprasi tak jauh tempat tidur ku bersebelah dengan Farni, aku melihat wajah Farni yang begitu pucat tanpa daya. Dalam benak, ku berkata.. Ya Allah, selamatkan saudara ku jika kau ijnkan aku siap menggantikan posisi Farni yang lemah dan tiba-tiba mataku buram dan aku tak sadarkan diri…
3 hari kemudian….
Aku tak habis pikir dan tak percaya bahwa dia akan pergi untuk selamanya, oprasi ku berhasil dan pendonoran darah itu gagal,karna kondisinya melemah seketika, kasih sayangnya begitu tulus. Bunda pun tak percaya akan hal ini. Di pemakaman ini, aku dan bunda memanjatkan do’a untuk nya. Tak ada lagi Merpati nan anggun, tak ada lagi Dua Merpati,yang ada hanya satu merpati, Farna! kau telah menyelamatkan hidup ku, aku selamat dari maut, dan aku ingin kau tetap menjadi 1 merpati di surga itu.. semoga Allah menempatkan mu di sisinya yang agung. Hanya akulah Merpati bunda saat ini,tanpa Farna aku akan berusaha menjadi dua merpati untuk mu Bunda. (Castleborneo@wordpress.com.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar